Jumat, 06 Mei 2011

Itu?

Ekslusif.. Apa itu?

Menjalani komitmen tanpa tujuan itu apa namanya?


Untitled

Jadi ketika kau menyerahkan hidupmu untuk melayaniNya, kau juga harus melayani sesama. Karena ketika mau berkata kau sudah melayaniNya tetapi tidak melayani sesama. Itu kosong. Sebaliknya, ketika kau hanya melayani sesama, tetapi tidak menyerahkan diri kepadaNya, itu adalah sia-sia. Tetapi, janganlah melayani sesama dengan menyenangkan hati mereka, karena disitulah kau mulai membunuh dirimu. -People Pleasure (2011)-

Minggu, 24 April 2011

Kisah 3 Bocah

Ada seorang cacat yang diberi tugas untuk mengurus 3 bocah yang dititipkan kepada dia untuk sementara. Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk mengurus mereka, apalagi orangtua mereka sangat mengharapkan bocah ini akan menjadi seorang yang dewasa dan bisa mencari makan sendiri, menggantikan orangtua mereka. Hmm, tugas yang sulit.
Minggu pertama si cacat begitu yakin bahwa bocah ini dapat dengan mudah diatur dengan kemampuannya. Tetapi ternyata, tiga bocah yang diasuh ini punya tiga kekuatan super yang berbeda dan punya sifat yang berbeda. Sejauh ini si cacat belum punya nama untuk mereka. Mungkin dia harus memikirkan tiga nama juga.

Kisah ini tidak akan berakhir di sini. Selanjutnya, akan terus bersambung dan menceritakan bagaimana si cacat dan tiga bocah ini hidup bersama.

:D

Jumat, 22 April 2011

Persahabatan Harapan dan Kenangan


Sudah hampir 6 tahun harapan dan kenangan saling mengenal. Sudah hampir 5 tahun harapan dan kenangan memulai persahabatan dengan manis. Mereka memulai persahabatan dengan cara yang sederhana, harapan datang kepada kenangan menawarkan suatu persahabatan yang indah. Mereka pun menulis kenangan yang tak terlupakan bersama-sama.

Sekarang, harapan dan kenangan masih bersahabat. Tetapi dengan keadaan yang berbeda. Tidak tau berawal darimana. Tidak tau siapa yang memulai. Harapan dan kenangan tidak lagi sejalan. Mulai dari ketidakcocokan kecil yang dianggap biasa, sampai pertengkaran yang sungguh istimewa mewarnai persahabatan mereka. Harapan dan kenangan bukan anak kecil lagi, sekarang mereka sudah dewasa, sudah punya tanggung jawab yang berbeda. Ketidakcocokan itu pun tidak pernah digubris oleh mereka berdua. Mungkin mereka berpikir sudah biasa, atau hal itu dapat mengganggu hal-hal yang sedang mereka lakukan bersama. Siapa yang tau ada yang merasa bahwa mereka tak lagi sama.

Perubahan, mungkin kata yang tepat. Keadaan seperti ini bisa jadi dianggap biasa karena sekarang mereka bukan lagi anak kecil. Tapi ada sesuatu yang hilang yang mereka tidak sadari. Kenyamanan kah? Sepikir dan sejalan kah? Bahkan untuk bercanda saja pun sudah tidak ada kecocokan lagi. Entah siapa yang harus disalahkan?

Tidak mungkin menyalahkan orang lain. Tidak mungkin menyalahkan pelayanan. Tidak juga menyalahkan kesibukan. Bisa saja selesai disini, mungkin harapan dan kenangan bisa berjalan sendiri-sendiri, tetap berelasi dengan baik, tetapi bukan sahabat lagi. Hanya saja, terlalu berharga persahabatan ini selesai disini. Dan persahabatan ini pun patut mendapat perjuangan bukan?

Mungkin awalnya adalah tidak ada lagi keterbukaan di antara mereka, tidak ada lagi komunikasi mendalam. Semua yang terjadi adalah dangkal. Bahkan mungkin salah satu dari mereka sudah "ilfil". Persahabatan yang dibangun di atas dasar kasih Kristus ini harus tetap ada. Tetapi bagaimana caranya?
Entah siapa yang berani untuk memulai terbuka, jujur atas kondisi ini.
Apakah harapan dan kenangan tetap pura-pura tidak terjadi apa-apa, menutup mata, mulut, dan telinga untuk hal ini?
Apakah harus terjadi masalah dulu setelah itu semuanya berlomba-lomba untuk mengeluarkan perasaan mereka?
Entahlah..

Apakah Harapan tetap ada dalam persahabatan ini?
Ataukah hanya tinggal Kenangan yang bertahan.